Organization Design

Organization Design

Organization Design adalah langkah-langkah yang dilakukan perusahaan dalam mengidentifikasi alur kerja, posisi, prosedur dan sistem kerja yang tidak berfungsi dengan baik kemudian mendisain ulang sehingga semua hal tersebut sejalan dan mendukung pencapaian perusahaan. Langkah-langkah ini dilakukan bukan hanya terbatas pada perubahan struktur organisasi saja, melainkan terhadap sistem yang akan memungkinkan aliran kerja dapat menghasilan produk dan jasa terbaik kepada customer

Perusahaan yang hebat memiliki disain organisasi yang mampu memungkinkan perusahaan untuk mewujudkan peningkatan di antaranya adalah pelayanan yang prima, peningkatan profitabilitas, penurunan biaya, siklus proses yang lebih singkat, budaya perusahaan yang kuat, karyawan yang loyal, dan arah serta rencana strategis perusahaan yang semakin jelas. Itulah keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan yang menerapkan disain organisasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tantangan bisnis.

Namun, disain organisasi tidaklah bersifat kaku dan baku selamanya. Dengan kondisi bisnis saat ini, disain organisasi harus agile dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Struktur organisasi akan semakin flat dan cair, hirarki semakin jauh dihindari, dan pengambilan keputusan dapat dilakukan pada setiap level bergantung kepada tingkat kebutuhannya.

Organizational Design membantu perusahaan melakukan pemetaan ulang proses kerja, prosedur, struktur organisasi, dan sistem yang sudah tidak sejalan dan mendisain ulang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan bisnis perusahaan.

Tanda-tanda perusahaan membutuhkan disain ulang organisasi

Apa tanda-tanda peringatan awala bahwa perusahaan membutuhkan Organizational Design? Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa perusahaan atau organisasi membutuhkan untuk didisain ulang:

  • Adanya penurunan kemampuan perusahaan dengan dibarengi kualitas hasil kerja dalam mencapai sasaran-sasaran bisnis
  • Terputusnya atau terjadinya bottleneck aliran proses kerja yang terjadi di dalam maupun antar departemen.
  • Semakin intensnya konflik yang terjadi baik di dalam maupun antar departemen sehingga memicu isu produktifitas dan pelayanan kepada pelanggan
  • Terdapat kesulitan untuk memperoleh dan berbagi sumber daya di dalam organisasi meskipun sumber daya tersebut berada di dalam perusahaan
  • Panjang dan sulitnya proses pengambilan keputusan operasional harian sehingga mengakibatkan terganggunya proses layanan kepada konsumen
  • Adanya ketidakjelasan arah yang terjadi pada level bawah/operasional sehingga menyebabkan kebingungan dalam proses kerja
  • Struktur organisasi sudah tidak mampu memetakan dan menyelesaikan masalah perusahaan yang semakin kompleks
  • Terjadinya penurunan produktifitas secara drastis yang sulit untuk dibendung dan dikendalikan.

Tahapan dalam Organizational Design

Tahapan dalam membangun Adaptive Organizational Design:

  • Membangun kesadaran terhadap semua komponen organisasi tentang pentingnya melakukan perubahaan – Inisiatif pengembangan sebuah organisasi tentunya tidak dapat dilakukan satu level saja, melainkan harus didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun mindset perubahan dan keterdesakan untuk berubah. Disinilah setiap orang diharuskan menerima dan berkomitmen. Tentukan target waktu, tahapan, dan PIC yang akan terlibat penuh dalam project.
  • Melakukan assessment terhadap kondisi bisnis saat ini – Lakukan penilaian terhadap kondisi perusahaan saat ini dari berbagai sisi. Temukan masalah yang sesungguhnya dengan melakukan pengkajian secara mendalam hingga aspek customer. Tentukan satu problem kunci yang akan dijadikan sebagai sorotan utama.
  • Mendisain organisasi mengacu kepada model terbaik yang dapat menjawab tantangan perusahaan – Langkah selanjutnya adalah menyusun dan mendisain organisasi seperti apa yang paling ideal bagi perusahaan yang meliputi, struktur, prosedur, proses kerja, posisi-posisi kunci perusahaan, sampai dengan sistem kerja.
  • Mengimplementasikan disain organisasi yang baru dengan terus melakukan review dalam penerapannya – Tiba waktunya menerapkan disain organisasi yang paling ideal. Bukan suatu hal yang mustahil saat perjalanan penerapannya akan ada perubahan kembali.

Program Delivery

Objectives:

    1. Memahami bagaimana proses manajemen perubahan
    2. Melakukan assessment kesiapan organisasi menghadapi perubahan
    3. Mengumpulkan dan mengolah data terkait Organizational Design
    4. Menyusun strategi implementasi OD
    5. Menerapkan change management dalam organisasi

 

Training Outline:

    1. Change Management and Organization Development
    2. Strategic Organization Development
    3. Business Performance Assessment
    4. Dara Driven Change Management
    5. Strategic OD Formulation
    6. Adaptive OD Implementation

 

Methodology:

Training dibawakan secara interaktif dengan studi kasus riil yang terjadi di perusahaan client. Mengguakan experiental learning membuat setiap peserta berada di dunia kerja yang sesungguhnya.

Outcomes:

Melalui program konsultansi implementasi OD, perusahaan akan mendapatkan:

    1. Peningkatan profitabilitas bisnis dengan disain organisasi yang ideal
    2. Pemangkasan proses inefisiensi dan birokrasi yang menimbulkan hambatan/bottleneck
    3. Kecepatan dalam pengambilan keputusan di semua level organisasi
    4. Penempatan talent yang sesuai dengan bidang dan keahliannya
    5. Optimalnya pemberdayaan kompetensi setiap karyawan

Any question? Consultation now

    Join Our Event

    Consult for Free?